Disadari atau tidak, biaya pendidikan mahal adalah buah pahit sistem kapitalisme yang dipaksakan terhadap negeri-negeri kaum muslim, termasuk negeri ini.
Memang, saat ini pemerintah menjanjikan pendidikan gratis selama 9 tahun. Tetapi hal ini hanya berlaku bagi sekolah-sekolah negeri. Padahal kenyataannya, banyak siswa yang tidak dapat tertampung di sekolah negeri. Akibatnya, mereka akan putus sekolah karena tidak cukup memiliki biaya.
Pemerintah sebenarnya tidak punya cukup dana untuk menyelenggarakan sistem pendidikan 9 tahun gratis. Sebagian besar BUMN dan aset negara sebagai sumber penerimaan negara yang potensial ternyata telah habis dijual kepada korporat asing. Bahkan banyak aset yang diobral murah. Menurut logika pragmatis, pemerintah pasti akan menaikkan pajak untuk menutupi defisit anggarannya.
Buruknya sistem ekonomi, pemerintahan dan pendidikan ini diperparah dengan kecurangan di saat ujian nasional atau ujian kelulusan yang melibatkan oknum para siswa, guru dan pejabat pemerintah di berbagai wilayah. Pada sebuah stasiun TV, terjadi banyak kebocoran jawaban ujian yang tertangkap oleh kamera.
Pendidikan di negeri ini selain mahal, juga berkualitas rendah.
Umat Islam sebagai mayoritas rakyat, menjadi korban yang paling parah terkena dampak kebusukan sistem ala kapitalis itu.
Komentar Terakhir